Tampilkan postingan dengan label Motivasi Fisika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi Fisika. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 November 2011

Bisa Fisika? (2) Bawa Fisika ke Hati

Dalam minggu ini ada banyak sms dan email (ada dari 4 orang yang nanya) yang menanyakan kepada saya tentang cara bagaimana bisa fisika, bagaiman triknya mengerti fisika atau bagaimana supaya bisa menghafal rumus-rumus fisika. Karena cukup banyak maka saya coba jawab lewat blog ini aja deh.

Yang pertama harus disadari adalah memahami fisika bukan sesuatu yang instan, tetapi bertahap. Jadi untuk trik yang satu ini jika dipraktekkan tidak akan langsung mengubah nilai fisika di kelas, setidaknya bisa mengubah persepsi kita akan ilmu fisika. Kita akan semakin menyukai fisika dan berangsur-angsur akan menaikkan nilai fisika kita secara pelan-pelan.

Supaya mengerti fisika triknya cuma satu, yaitu harus di bawa ke hati, bukan ke otak. Kalo dibawa ke otak, maka fisika akan menjadi suatu momok yang menakutkan dan hanya orang yang pintar saja yang akan mendapat nilai tinggi.

Fisika itu harus dibawa ke hati !

Kalo dibawa ke hati artinya setiap saat kita akan melihat bahwa hidup kita dipenuhi dengan hukum-hukum fisika dari saat ke saat. Misalnya ketika sedang jalan, artinya ada gaya gesekan bekerja pada sepatu/sendal dengan jalan. Kalo gak ada gesekan brarti kita akan terpeleset terus, jadi bersyukur bahwa ada gaya gesekan tersebut.

Ketika sedang naik tangga terasa cape, artinya kita sedang melawan gaya gravitasi yang arahnya ke bawah, jadi pasti cape. Kalo lagi masak ada api kompor tapi bisa sampai ke masakan yang dimasak, artinya ada perpindahan kalor. Karena ada siang dan malam, berarti ada rotasi Bumi, artinya Bumi bergerak secara melingkar. Ketika malam ada cahaya Bulan, berarti ada pantulan cahaya Matahari oleh Bulan, dll.

Jadi kalo dibawa ke hati, semua yang kita liat akan menjadi 'fisika' dan kita bisa mulai menikmati 'fisika' tersebut dan menjiwai pelajaran ini yang memang mengasyikkan dan menyenangkan ini. Begitu kita menikmati fisika dan menyenangi fisika, maka belajar fisika bukan menjadi beban lagi, tetapi menjadi sesuatu yang menantang dan menyenangkan dalam hidup kita.

Selamat menikmati fisika.

Selasa, 09 Agustus 2011

Bisa Fisika?

Salah seorang murid saya menghubungi saya melalui pesan SMS yang isinya bertanya bagaimana supaya dia bisa mengerjakan soal-soal gerak parabola. Saya menjawab bahwa cara untuk bisa mengerjakan soal-soal fisika (bukan hanya gerak parabola saja) adalah memiliki sifat NGOTOT.
Apa artinya ngotot? artinya bukan menggunakan otot, tetapi memiliki sifat mental yang terus bergerak. Jadi kalo mo ngerjain soal fisika jangan cepat menyerah, tapi harus terus bergerak. Kalo gak bisa, coba pelajari lagi teori dasarnya, coba baca buku fisika dari pengarang yang lain, coba kerjakan soal-soal yang udah ada solusinya, coba soal-soal dari yang paling mudah dahulu, kalo masih ada yang mentok coba tanya dan diskusikan ke orang yang lebih tau. So, harus terus bergerak tanpa berhenti (putus asa) sampai tujuannya tercapai, itulah ngotot.
Dengan pemahaman ngotot di atas, maka untuk bisa fisika anda tidak harus menjadi orang yang pintar/berotak cemerlang, tetapi kalau sifat ngotot ada, maka pasti bisa juga fisika (seperti saya ;} ).

Sabtu, 19 Februari 2011

Hubungan Fisika dan Matematika

Banyak orang kurang menyenangi pelajaran fisika karena ada matematiknya. Matematikanya aja udah rumit apalagi ditambah fisikanya... Wow deh pokoknya...

Tetapi setidaknya sebelum kita antipati (atau meskipun sudah mulai antipati), tetap perlu mengetahui kebenaran mengenai hubungan yang akrab antara fisika dan matematika.

Apakah Fisika adalah matematik terapan? Ataukah matematik sebenarnya berasal dari fisika? Yah, boleh dikatakan seperti ini :

Menurut saya, fisika adalah ilmu yang mempelajari keteraturan alam semesta dan sebisa mungkin memanfaatkan keteraturan ini untuk dua hal, yaitu menemukan keteraturan lainnya di alam semesta yang belum ditemukan dan memanfaatkan keteraturan yang telah ditemukan untuk menjadi bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Tanpa ada penemuan tentang keteraturan lensa, maka tidak mungkin di temukan planet-planet, tanpa ditemukannya planet-planet, tidak mungkin ditemukan Hukum-hukum Kepler, tanpa ditemukan Hukum Kepler, maka tidak mungkin ditemukan hal-hal penting lainnya di tata surya, dan hal-hal ini masih terus berlanjut, keteraturan yagn telah ditemukan akan menjadi dasar untuk menemukan keteraturan-keteraturan lainnya.

Juga tanpa ditemukannya keteraturan lensa, maka tidak mungkin ditemukan mikroskop, tanpa mikroskop, maka dunia renik akan tertutup sama sekali, artinya karena mikroskoplah dapat ditemukan berbagai penyakit dan pencegahannya, cara kerja sel manusia, zat-zat yang penting dalam kehidupan, dll. Jadi, penemuan keteraturan alam semesta akan menghasilkan manfaat yang besar bagi manusia ketika manusia memanfaatkan keteraturan tersebut. Contoh-contoh yang disebutkan masih sangat banyak. Tanpa mengenal persamaan Maxwell tentang gelombang elektromagnetik, maka bagaimana bisa ada televisi, radio, HP, bluetooth, dll. Darimanakah ditemukannya persamaan Maxwell? Tentu dari keteraturan alam sebelumnya yang ditemukan, misalnya Hukum Coulomb, Hukum Gauss, Hukum Ampere, Hukum Faraday, dll...

Inilah cara saya memahami ilmu fisika. Jadi, fisika itu penemuan akan keteraturan alam. Bagaimanakah cara mengungkapkan keteraturan alam itu? Sangat sulit mengemukakan keteraturan alam jika memakai hanya kata-kata saja.

Misalnya keteraturan alam mengenai percepatan. Penjabaran kata-katanya adalah : Percepatan adalah perubahan kecepatan terhadap perubahan waktu. Bagaimana menjabarkan kalimat tersebut? bagaimana menerapkan konsep percepatan pada benda yang bergerak? Tentu kita akan menemui kesulitan yang besar disini. Tetapi jika kita memanfaatkan persamaan matematis, maka semuanya terlihat menjadi lebih mudah, percepatan dilambangkan dengan a, maka a = dv/dt. Menerapkan konsep percepatan pada berbagai kasus menjadi mudah dengan adanya persamaan tersebut.

Boleh dikatakan bahwa keteraturan alam yang diutarakan memakai matematika akan menjadi lebih bermanfaat ketika akan memakai keteraturan alam itu pada berbagai kasus/peristiwa. Jadi bisa juga dikatakan fisika adalah menjabarkan keteraturan alam dalam persamaan-persamaan matematik sehingga kedua tujuan utama ilmu fisika (menemukan keteraturan yang lainnya dan memanfaatkan keteraturan tersebut pada kehidupan) dapat dicapai dengan lebih mudah.

Yang paling penting disini bukanlah persamaan matematiknya, tetapi pemahaman kita akan konsep fisikanya, karena matematiknya adalah pengutaraan konsepnya. Seseorang yang memahami matematika akan kesulitan dalam memahami fisika, tetapi orang yang memahami fisika harus memahami matematika sehingga akan dapat menjabarkan pemahamannya dalam bentuk matematis yang memudahkan. Apa gunanya kita bisa matematik tetapi tidak memahami keteraturan alamnya (fisikanya) ?

Matematika memang bisa berjalan sendiri tanpa ilmu fisika, tetapi tanpa ilmu fisika, matematik akan kehilangan tujuan selain dari kesenangan untuk mengolah logika dan pikiran. Matematika akan menjadi bermakna ketika matematika dapat menjadi alat bantu untuk mengutarakan konsep-konsep dan keteraturan alam ini.

Fisika tidak mungkin berjalan tanpa matematika, karena konsep tentang alam ini tidak akan bisa diutarakan dan dimanfaatkan dengan baik tanpa matematika. Melihat hal ini mungkin akan mengingatkan kita akan pameo yang beredar di kalangan siswa: Jago matematik belum tentu jago fisika, tapi kalo jago fisika pasti jago juga matematiknya.

Sekedar pendapat dari seorang yang menyenangi ilmu fisika...

Kamis, 04 November 2010

Pertanyaan-pertanyaan

Sudah lama sekali saya tidak mengupdate blog saya ini, tetapi ternyata blog ini memberi banyak akses kepada orang lain seIndonesia untuk bertanya tentang fisika pada saya baik melalui email maupun melalui sms. Saya cukup malu juga karena blog ini tidak pernah diupdate.
Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan biasanya berkisar seputar soal-soal fisika baik di tingkat SMP, SMA maupun kuliahan. Untuk pertanyaan-pertanyaan kuliahan saya tidak malu untuk mengatakan bahwa saya tidak bisa menjawabnya, karena udah lama gak ngutak-ngatik lagi bagian-bagian fisika yang cukup mendalam seperti ruang Hilbert, notasi bracket, dll, tapi bersyukurlah karena 90% pertanyaan bisa saya jawab dengan cukup baik. Saya hanya menyarankan mereka bertanya di blog-blog yang lain atau dari milis Fisika Indonesia.
Meskipun demikian, ada satu pertanyaan yang sangat menarik bagi saya, kira-kira begini pertanyaannya :

"Saya sangat kesulitan sekali untuk mengerti fisika, karena rumus-rumusnya sangat banyak dan sepertinya tidak tetap, saya bingung bagaimana solusinya, mohon idenya"

Jawaban saya :

Fisika itu bukan rumus, tetapi keteraturan alam, begitu kita paham tentang prinsip-prinsip alam, maka mudah sekali terlihat rumus yang ada di baliknya (rumusnya bukan dihafal ya...). Jadi langkah pertama harus paham hukum-hukum fisikanya dulu, keteraturan alam apa yang diungkapkan oleh hukum tersebut, lalu harus paham setiap variabel dari rumus menceritakan tentang apa, maka fisika akan dinikmati sebagai kisah Tuhan yang menciptakan alam semesta dengan sangat teratur dan yang sangat menakjubkan ini. Fisika itu bagi saya sangat amazing, i hope at least u have the same feeling after studying physics.

Hehe, jawaban itu memakan 4 halaman di sms saya, tapi pertanyaan itu menggali bagaimana perasaan saya terhadap ilmu fisika.

Ngutip dari iklan : KALO LO GIMANA?

Kamis, 25 Februari 2010

SAYA BENCI FISIKA !!!

Ya, kira-kira bahasa seperti judul di atas sudah sering terdengar, baik itu dari rekan-rekan guru maupun dari murid juga. Biasanya bahasa yang keluar seperti ini:

"Dih.. amit-amit deh, dari dulu gua gak pernah seneng ama pelajaran fisika"

"Wah, pusiiingg deh blajar fisika, makanya gua masuk IPS"

"Fisika??? waw... pelajaran rumit tuh..."

"Kalo saya dulu paling benci ama fisika, gak tau knapa ya? Pokoknyamah asa gak pernah nyambung ke otak deh plajaran yang satu itu..."

"Saya pasti geleng-geleng kepala kalo ngeliat guru fisika, gimana belajarnya ya???"

"Fisika??? bagian orang-orang jenius aja deh..."

Gimana...??? Pernah dengar celotehan yang mirip2 di atas?
Kalau saya berpendapat, bukan pelajarannya yang salah, karena menurugt saya pelajaran fisika itu pelajaran yang paling mengasyikkan, karena sangat berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Kita bisa mengenal kejadian-kejadian alam di sekitar kita, bahkan kejadian-kejadian alam yang tak terjangkau oleh kita hanya dengan mengenal hukum dan konsep fisika. Betapa ajaibnya ilmu fisika. Susah? bagi saya itu ilmu yang sangat menarik dan menantang.

Lalu apa yang salah? Menurut saya yang salah adalah gurunya! gurunya! dan gurunya!

Banyak guru fisika yang mengajarkan fisika sama dengan mengajarkan matematika, ngituuuunnggg mlulu. Banyak guru fisika yang 'killer' supaya murid-murid memperhatikan waktu dia menerangkan. Banyak guru fisika yang mengajarkan fisika asal siswa bisa menjawab soal dan dapat nilai. Nah, ini teguran buat say juga yang guru fisika.

Lalu harusnya bagaimana doongg???

KONSEP KONSEP dan KONSEP!

Ajarkan konsep kepada siswa. Tanamkan konsep fisika dengan kuat di dalam pikiran siswa, jangan dulu tentang membahas soal atau menghitung. Ubah konsep dalam pikiran siswa ke dalam kehidupan sehari-hari, karena fisika selalu menyangkut alam sekitar.
Menurut saya ini langkah pertama yang paling penting dalam mengajarkan pelajaran yang sangat mengasyikkan ini. Buat siswa menyadari bahwa bagian utama dari fisika bukanlah menghitung, tetapi memahami konsep. Karena jika konsep kuat, maka mudah untuk meneruskan ke soal dan praktikum, semua menjadi mudah.

Contoh :
Ketika mengajarkan siswa tentang GLBB. Biasanya guru menyuruh siswa untuk menghafalkan 3 rumus GLBB (ada yang 4 rumus). Ada guru yang lebih baik lagi, yaitu dengan menurunkan rumus tersebut bagi siswa. Setelah itu baru berlatih soal-soal GLBB dengan menerapkan rumus-rumus tersebut.
Tetapi....
Banyak guru yang lupa konsep utama dari GLBB. Apa konsep utama GLBB? PERCEPATAN. Banyak guru yang tidak menanamkan apa itu percepatan? Apa yang dimaksud dengan persepatan. Gerakan seperti apa baru bisa dikatakan benda dipercepat?
JIka konsep percepatan ditanamkan dengan benar di dalam kepala anak, maka banyak soal GLBB yang bisa dikerjakan tanpa harus menghafal rumus GLBB, semuanya menjadi lebih mudah.

Itulah kekuatan konsep.

Maka, mulailah ketika pertama kali memberi pelajaran fisika, ajarilah mereka konsep! Itu langkah pertama yang sangat penting!

Kamis, 19 Februari 2009

MADING FISIKA

Biasanya peminat pelajaran IPA di SMA jumlahnya cukup sedikit dibandingkan peminat pelajaran IPS. Buktinya hitung saja jumlah kelas IPA dan jumlah kelas IPS. Pasti (atau seringnya) lebih banyak jumlah kelas IPS. Mengapa demikian? Mungkin karena disebabkan pelajaran IPA (Fisika, kimia dan matematika) seringkali dianggap pelajaran yang susah! Masih lebih mudah pelajaran IPS yang menghitungnya tidak ada (lebih sedikit).

Harus diakui, inilah fenomena yang terjadi. Maka, tugas guru-guru mata pelajaran IPA-lah yang harus memikirkan trik-trik dan tips-tips agar pelajaran ini tidak menjadi momok yang cukup menakutkan bagi sebagian besar siswa SMA di Indonesia.

Bagaimana caranya? Salah satunya adalah dengan memafaatkan tugas proyek siswa, yaitu proyek mading fisika. Cobalah perhatikan contoh di bawah ini.







Foto-foto di atas adalah hasil kreasi anak-anak SMA kelas XII IPA. Ya! Dengan memberi mereka tugas proyek mading fisika yang hasilnya ditempelkan diseputar sekolah, maka ada bebrapa keuntungan yang kita peroleh :
1. Motivasi atau ketertarikan siswa terhadap fisika semakin bertambah
2. Pengetahuan mereka makin luas untuk melihat menariknya ilmu fisika
3. Dapat membuat siswa-siswa kelas lain juga menikmati indahnya pelajaran fisika ini

Tugas MADING FISIKA ini diberikan dengan kriteria sebagai berikut :
1. Mengerjakan secara berkelompok @ 2 orang.
2. Topik mading adalah fisika, isinya harus ada kaitannya dengan topik-topik fisika dan tidak perlu harus sesuai pelajaran di kelas.
3. Gambar dan tulisan artikel boleh dalam tulisan tangan, digunting dari majalah atau koran, atau print komputer dengan memakai warna-warna dan diperbolehkan perbedaan tipe huruf.
4. Peletakan artikel maupun gambar tidak kau, tetapi menarik minat orang untuk membaca.
5. Dikerjakan diatas 1 lembar karton spotlight atau sejenisnya yang dilapis oleh plastik trasparan agar tidak kotor atau basah karena hujan.
6. Intinya harus menarik. Orang yang melihat dari jauh langsung tertrik dan orang yang membaca isinyapun tidak cepat bosan.
7. Sebelum ditempelkan di sekeliling sekolah harus diperiksa dulu oleh guru.

Adapun kriteria penilaian proyek ini adalah :
1. Keterkaitan isi mading dengan topik fisika.
2. Isi mading yang jelas dan gamblang membuat pembacanya mengetahui sesuatu yang baru tentang fisika.
3. Estetika mading yang menarik (huruf, warna, gambar, peletakan artikel dan gambar, dll)

Penilaian diberikan untuk setiap point lalu dirata-ratakan, sbb :
Nilai A rentangnya dari 85 - 100
Nilai B rentangnya dari 75 - 84
Nilai C rentangnya dari 65 - 74
Nilai D rentangnya dari 55 - 64
Bilai E rentangnya dari 0 - 55

Proyek ini memberikan penilaian pada bidang psikomotorik.
Selamat memberikan proyek mading fisika.